Senin, 29 Juni 2015

Heavensward - Prologue

Heavensward
--- Prologue ---

Heavensward, sebuah negri yang penuh dengan Dungeon, jantung didunia fantasi ini. Di Dungeon Heavensward terdapat sebuah legenda, yaitu seekor naga yang belum ada 1 pun yang mengalahkannya, dia dikurung di dungeon lantai teratas dengan kerangkai diseluruh badannya. Heavensward dulunya negri yang hancur karena naga tadi, tetapi era baru telah dimulai, para petualang di seluruh dunia telah datang. Inilah, Heavensward!

---Hansel POV---

“Jadi Hansel-kun, Bagaimana?” Kata seorang gadis berkacamata itu, Luna-san.

“Aku juga belum tau keputusan yang pasti Luna-san” Balasku, aku baru saja datang ke Heavensward.

“Hm, Jadi jika kau sudah memutuskan datanglah kemari lagi ya Hansel-kun” Balas Luna, Luna-san sendiri adalah penasihatku di Heavensward.

“Baiklah! Aku pergi dulu Luna-san…”

Hari pertama ku ya, jadi apa yang harus kulakukan sekarang ya? Mungkin mencari senjata atau apa ya? Tapi kurasa, aku akan berpetualang ke dungeon saja!

---End of Hansel POV---

Hansel tampak sedang berlari menuju dungeon, dia berlari dengan penuh semangat. Dia kemudian berdiri tepat di depan dungeon tersebut, memandang kagum. Tanpa basa basi lagi, Hansel berlari menuju dungeon, tapi dengan mengendap endap bersama tim ekspedisi terkuat. Dalam tim itu, terdapat legenda putri pedang, rupanya Hansel yang tertarik mengikuti mereka dan mencari tahu soal putri pedang. Ia berhasil menyamar sejauh mungkin. Saat melihat di dungeon lantai 2, Hansel tertinggal rombongan tim ekspedisi yang harus membuat Hansel melawan monster monster mudah yang dikhususkan untuk pemula seperti Hansel. Namun, hal janggal terjadi, Sebuah monster raksasa datang dan hampir membunuh Hansel, tetapi, Putri Pedang datang menyelamatkan Hansel, ia menebas monster Banteng itu dengan 1 serangan. Hansel yang ketakutan, sekaligus malu, lalu berterima kasih dan menanyakan nama putri pedang tersebut.

“Lucille… Lucille Bliss”


NEXT: CHAPTER 1

Rabu, 24 Desember 2014

• I L L U S I O N •

Story IV
Scene kembali ke pertarungan Yamato dan Kurama. Avatar Yamato tampaknya telah memegang 3 warga sekolah, begitu juga Kurama. Mereka menghidupkannya kembali untuk menyempurnakan avatar masing masing. Tetapi salah seorang siswa dari sekolahan itu kemudian berteriak.
"Dasar bodoooh! Iblis!"
Teriakan yang penuh emosi tersebut memancing Yamato dan Kurama. Avatar Yamato rupanya mengeluarkan bola api dari mulutnya, yang mengarah ke anak itu. Anak itu tampak panik.
"Dia tak punya nyali rupanya..." Ujar Yamato.
Bola itu pun diluncurkan. Tetapi, ada 1 orang tak dikenal, yang masuk dunia ilusi dari Kurama dan Yamato. Orang itu mampu memotong bola api tersebut menjadi dua hanya dengan tangannya, yang dilengkapi dengan aura. Pria misterius tersebut mulai mendarat ke tanah, lalu ia berlari, dan berusaha melepas chakra dari Kurama. Jika chakra dari pemilik Tsukuyomi dilepas, maka pemiliknya akan mati. Akhirnya pria misterius tersebut berhasil melepas chakra Kurama. Yamato tampak tercengan melihat kemampuan pria misterius tersebut. Kemudian pria tersebut membuat dinding aura yang sangat besar, hingga menutupi avatar Yamato. Pria tersebut kemudian mendekat kearah pemuda yang hampir terkena tembakan bola api avatar Yamato.
"Maaf, aku harus memberikannya padamu, Euro..." Kata pria misterius tersebut.
"Apa yang kau maksud?" Balas Pemuda yang dipanggil Euro tersebut.
Kemudian pria itu mentransfer semua chakra dan kemampuannya, yang membuat Euro menggerang kesakitan. Setelah selesai, pria tersebut terjatuh, dan Euro tampak terlihat dengan mata Tsukuyomi hasil transfer.
Sedangkan dilapangan sekolah, Yamato berhasil menghancurkan dinding tersebut. Euro penasaran dengan siapa orang yang melakukan transfer energi kepadanya. Kemudian Euro membuka topengnya.
"Ayah?!"

• I L L U S I O N •

Story III
"Hmm.... pemilik Tsukuyomi...." Ujar Yamato.
Pemuda misterius yang muncul tiba tiba tersebut akhirnya menunjukkan dirinya, dia adalah Hayabusa Kurama. Yamato akhirnya bertarung dengan Kurama, di 1 tempat yang ditutupi ilusi. Warga sekolah mampu melihat Makhluk makhluk dan langit aneh yang muncul, namun diluar area sekolah, orang orang tak melihat semua itu. Kali ini Yamato hanya terdiam, menunggu serangan dari Kurama. Akhirnya Kurama mulai merasa jenuh dan memutuskan untuk menyerang Yamato. Namun Yamato tetap saja meremehkan lawannya, yang membuat Yamato terkena serangan pertama Kurama.
"Kuat juga kau...."
Akhirnya mereka berdua melesat saling mendekat. Diikuti dengan Avatar mereka. Namun kali ini, Yamato mampu menghancurkan pertahanan Kurama.
"Argh! (Serangannya cukup kuat, aku harus berhati hati....)" Ujar Kurama dalam hati.
Kurama yang tidak puas, akhirnya mulai membuka gerbang ke 3 dari Avatarnya. Gerbang yang sudah dibuka untuk Avatar dapat dihitung dari Aura di bagian pinggang belakang Usernya yang mirip dengan ekor. Yamato kemudian hanya tersenyum sinis, yang diikuti dengan terbukanya gerbang ke 3 Avatar Yamato. Gerbang 3 sebenarnya membutuhkan Pengorbanan untuk merubah Avatar menjadi sempurna, yaitu dari 1 Orang yang memiliki Tsukuyomi atau 3 orang normal, atau juga bisa dengan mengorbankan nyawa Usernya, setelah avatar selesai digunakan.
Kali ini, pertarungan terjadi dengan Pilihan, dimana Kurama dan Yamato harus memilih nyawa dirinya atau nyawa orang lain. Akhirnya ke 2 pemiliki Tsukuyomi tersebut memilih nyawa orang lain untuk melakukan Perubahan sempurna terhadap avatarnya.
Scene berganti, dimana seseorang dengan rambut putih dengan style emo, dan wajah jahat, sedang tersenyum kearah bola raksasa, yang menampilkan sesuatu yang tak asing, ya, pertarungan Kurama dan Yamato.
"Hmm.... bagus sekali! Ini akan menjadi kehancuran bagi manusia normal...."

• I L L U S I O N •

Story II
"Hayabusa Kurama?" Tanya seorang guru yang duduk dimejanya, lalu dibarengi dengan berdirinya seorang pemuda dengan wajah yang ceria.
"Hadir!" Balas pemuda yang dipanggil Kurama.
Scene berganti, dimana Yamato sedang berjalan di jalanan sempit yang biasanya menjadi tempat bandit bandit mencegat. Yamato berjalan dengan wajah bosan, kebetulan juga disana ada 4 bandit sedang menatap Yamato dan berusaha merampoknya. Yamato hanya terdiam sesaat, lalu menatap bandit bandit itu, sembari berkata...
"Tsukuyomi..."
Bandit bandit tersebut kemudian masuk ke alam bawah sadar mereka masing masing. Mereka disiksa dengan cara yang sama dengan yang Yamato lakukan pada pedagang gadis ilegal itu. Kali ini Yamato mendekati salah satu jasad bandit tersebut. "Edo.... Tensei....." Kata yang diucap Yamato saat sedang coba menghidupkan salah satu bandit di bawah alam sadarnya dan menjadikannya prajurit.
Tak lama, Yamato kembali berjalan dengan wajah bosan yang selalu menghiasi wajahnya. Ia melihat lihat di sekeliling dan mulai berjalan lagi ketika ia melihat sebuah lapangan besar sebuah sekolah. Sesampainya, Yamato tersenyum dan mengatakan...
"Infinite... Tsukuyomi!"
Kemudian di area lapangan sekolah, terlihat langit merah dan matahari yang mulai menghitam. Semua murid sekolah itu tampak ketakutan. Ketakutan itu semakin menjadi saat Yamato mengeluarkan sebuah monster raksasa berwujud Serigala berwarna merah dengan banyak segel di tubuhnya. Serigala itu mengaum. Tetapi menjadi gerangan ketika melihat raksasa lain berwujud Ksatria dengan Pedang dan Perisai, ksatria itu berwarna biru transparan. Dan di dalam nya tampak seorang pemuda dengan wajah yang serius.
Tak lama, Yamato dan pemuda lain itu saling bertatap mata. Dengan bersamaan, mereka berseru....
"Tsukuyomi!"

• I L L U S I O N •

Story I
Dunia telah berubah. Kini, dunia tengah dilanda bencana yang sangat menakutkan, yaitu kekuatan supernatural. Banyak sekali ancaman di bumi yang ditimbulkan oleh kekuatan supernatural yang sangat besar dan berdampak bagi kelangsungan hidup manusia.
Orang orang di bumi mungkin kebanyakan sudah menjadi korban dari Ilusi kekuatan supernatural. Mereka yang mati akan dihidupkan untuk bertarung di alam bawah sadar manusia. Tetapi, satu dari ratusan pemilik kekuatan Ilusi, berusaha untuk mengubah bumi dengan kekuatan dan nyawanya.
------------------------
Bosan? Perasaan itu tengah dirasakan oleh seorang pemuda bernama Yamato, nama asli dari panggilan Yato. Ia sedang terduduk di bangku taman, dengan tatapan yang membosankan, ditambah ia selalu sendirian, karena dianggap indigo sebab memiliki kemampuan supernatural.
"Hiburan?" Kata Yamato sembari berdiri dari duduknya.
Ia kemudian berjalan ke sebuah tempat, dimana gadis gadis diperdagangkan secara ilegal. Yamato hanya berdiri dengan kedua tangan berada disakunya, dan tatapan membosankan yang masih sama seperti ditaman. Tak lama, seseorang yang biasa dipanggil bos dan anak buahnya datang dan sedikit panik dengan kehadiran Yamato.
"Kalian manusia? Jika iya, Bisakah sedikit menghargai sesama?" Ujar Yamato yang membuat para pedagang perempuan ilegal itu ketakutan.
Kemudian Yamato menatap mereka dengan mata hitam dan pupil kecil berwarna putih di tengahnya. Mereka semua kemudian kaku, dengan mata yang membelalak, dan juga memegang dada tepat di posisi jantung berada. Yamato kembali menghampiri salah satu anak buah dari bos yang berdagang gadis tadi.
"Jangan mendekat, aku akan membunuhmu!"
Yamato kemudian melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan kepada pedagang pedagang gadis lainnya. Yamato menyiksanya, tetapi melalui dunia lain/ilusi. Korbannya yang tidak memiliki kekuatan supernatural, akan hancur tanpa adanya perlawanan sedikitpun.
Anak buah tersebut tampak diikat di sebuah bilah kayu, lalu dilempari oleh puluhan tombak api oleh orang orang yang menggunakan baju besi layaknya ksatria. Sedangkan di dunia asli, anak buah tersebut hanya mengalami gangguan pada organ tubuhnya.
Kemudian, Yamato pergi. Sebelum pergi, ia membuka gembok gembok penjara gadis gadis yang akan di kirim tersebut.
Thanks for Read this Fanfic, Hope you enjoy...
------------------------
"Apakah kau Manusia? Jika iya, bisakah kau menghargai sesama?

Rabu, 26 November 2014

Come Here! - Pt 3

Type : Short Story
Status : Ongoing
Author : Unseen

Misaki terus memaksa ikut denganku untuk mengungkap siapa makhluk itu. Sebenarnya aku tak yakin dia akan ikut, aku takut jika akan terjadi sesuatu padanya. Tapi ya mau apa lagi yang harus ku perbuat. Sekarang masih jam 13.00, mungkin ini cukup terang untuk mengecek koridorku. Misaki mendekap lengan kiri ku, dan hal itu membuatku malu sebenarnya. Tapi tampaknya dia ketakutan. Hal itu membuatku merinding juga, tapi aku masih tetap berjalan. Kemudian, aku menemukan sebuah tulisan di dinding dekat koridorku, "Come Here!", dan tulisan itu ditulis dengan benda cair berwarna merah, tapi aku tak tahu pasti apa itu. Aku kemudian menuju ke dalam gudang, lalu aku menyalakan lampu dan mendapati tulisan....
"I'm Here!"

UNLIMITED HOMEWORKS - PT 4

Type: Short Story
Status: Complete
Author : Unseen

Aku yang terkejut langsung berlari ke arah Zher, sambil menyerukan nama Zher berulang kali. Yaa... kemudian aku pergi bersama Zher untuk mencari kedua teman ku lainnya. Kemudian di tengah perjalanan aku bernyanyi tentang seorang guru. Kebetulan disana aku melihat Vi dan Di, salah satu anggota Anti Tugas. Tetapi, mereka sedang diserang oleh buku buku aneh yang memiliki taring dan tanduk yang mengeluarkan api. Kemudian, Zher maju dengan membawa sebuah botol kecil, dan ia meminumnya. Lalu, nafas yang dikeluarkan Zher menjadi nafas dingin yang membekukan. Tugas tugas itu dibekukan oleh Zher. Kemudian, Vi dan Di meledakkan dan membakarnya dengan Molotov dan juga Granat. Setelah buku buku itu lenyap, Muncul lah buku yang lebih besar 5x lipat. Aku yang merasa hanya terdiam, kemudian tergerak untuk menyerang tugas tugas itu dengan 1x serang, yaitu menjadikannya kecil. Aku menembakkan sebuah sinar laser dan Buku itu menjadi kecil, kemudian aku memakannya. Yasudah, aku menang 
"Karena Because, Selalu Always. Tak pernah never, Jarang Seldom"
Bersambung....