Rabu, 24 Desember 2014

• I L L U S I O N •

Story IV
Scene kembali ke pertarungan Yamato dan Kurama. Avatar Yamato tampaknya telah memegang 3 warga sekolah, begitu juga Kurama. Mereka menghidupkannya kembali untuk menyempurnakan avatar masing masing. Tetapi salah seorang siswa dari sekolahan itu kemudian berteriak.
"Dasar bodoooh! Iblis!"
Teriakan yang penuh emosi tersebut memancing Yamato dan Kurama. Avatar Yamato rupanya mengeluarkan bola api dari mulutnya, yang mengarah ke anak itu. Anak itu tampak panik.
"Dia tak punya nyali rupanya..." Ujar Yamato.
Bola itu pun diluncurkan. Tetapi, ada 1 orang tak dikenal, yang masuk dunia ilusi dari Kurama dan Yamato. Orang itu mampu memotong bola api tersebut menjadi dua hanya dengan tangannya, yang dilengkapi dengan aura. Pria misterius tersebut mulai mendarat ke tanah, lalu ia berlari, dan berusaha melepas chakra dari Kurama. Jika chakra dari pemilik Tsukuyomi dilepas, maka pemiliknya akan mati. Akhirnya pria misterius tersebut berhasil melepas chakra Kurama. Yamato tampak tercengan melihat kemampuan pria misterius tersebut. Kemudian pria tersebut membuat dinding aura yang sangat besar, hingga menutupi avatar Yamato. Pria tersebut kemudian mendekat kearah pemuda yang hampir terkena tembakan bola api avatar Yamato.
"Maaf, aku harus memberikannya padamu, Euro..." Kata pria misterius tersebut.
"Apa yang kau maksud?" Balas Pemuda yang dipanggil Euro tersebut.
Kemudian pria itu mentransfer semua chakra dan kemampuannya, yang membuat Euro menggerang kesakitan. Setelah selesai, pria tersebut terjatuh, dan Euro tampak terlihat dengan mata Tsukuyomi hasil transfer.
Sedangkan dilapangan sekolah, Yamato berhasil menghancurkan dinding tersebut. Euro penasaran dengan siapa orang yang melakukan transfer energi kepadanya. Kemudian Euro membuka topengnya.
"Ayah?!"

• I L L U S I O N •

Story III
"Hmm.... pemilik Tsukuyomi...." Ujar Yamato.
Pemuda misterius yang muncul tiba tiba tersebut akhirnya menunjukkan dirinya, dia adalah Hayabusa Kurama. Yamato akhirnya bertarung dengan Kurama, di 1 tempat yang ditutupi ilusi. Warga sekolah mampu melihat Makhluk makhluk dan langit aneh yang muncul, namun diluar area sekolah, orang orang tak melihat semua itu. Kali ini Yamato hanya terdiam, menunggu serangan dari Kurama. Akhirnya Kurama mulai merasa jenuh dan memutuskan untuk menyerang Yamato. Namun Yamato tetap saja meremehkan lawannya, yang membuat Yamato terkena serangan pertama Kurama.
"Kuat juga kau...."
Akhirnya mereka berdua melesat saling mendekat. Diikuti dengan Avatar mereka. Namun kali ini, Yamato mampu menghancurkan pertahanan Kurama.
"Argh! (Serangannya cukup kuat, aku harus berhati hati....)" Ujar Kurama dalam hati.
Kurama yang tidak puas, akhirnya mulai membuka gerbang ke 3 dari Avatarnya. Gerbang yang sudah dibuka untuk Avatar dapat dihitung dari Aura di bagian pinggang belakang Usernya yang mirip dengan ekor. Yamato kemudian hanya tersenyum sinis, yang diikuti dengan terbukanya gerbang ke 3 Avatar Yamato. Gerbang 3 sebenarnya membutuhkan Pengorbanan untuk merubah Avatar menjadi sempurna, yaitu dari 1 Orang yang memiliki Tsukuyomi atau 3 orang normal, atau juga bisa dengan mengorbankan nyawa Usernya, setelah avatar selesai digunakan.
Kali ini, pertarungan terjadi dengan Pilihan, dimana Kurama dan Yamato harus memilih nyawa dirinya atau nyawa orang lain. Akhirnya ke 2 pemiliki Tsukuyomi tersebut memilih nyawa orang lain untuk melakukan Perubahan sempurna terhadap avatarnya.
Scene berganti, dimana seseorang dengan rambut putih dengan style emo, dan wajah jahat, sedang tersenyum kearah bola raksasa, yang menampilkan sesuatu yang tak asing, ya, pertarungan Kurama dan Yamato.
"Hmm.... bagus sekali! Ini akan menjadi kehancuran bagi manusia normal...."

• I L L U S I O N •

Story II
"Hayabusa Kurama?" Tanya seorang guru yang duduk dimejanya, lalu dibarengi dengan berdirinya seorang pemuda dengan wajah yang ceria.
"Hadir!" Balas pemuda yang dipanggil Kurama.
Scene berganti, dimana Yamato sedang berjalan di jalanan sempit yang biasanya menjadi tempat bandit bandit mencegat. Yamato berjalan dengan wajah bosan, kebetulan juga disana ada 4 bandit sedang menatap Yamato dan berusaha merampoknya. Yamato hanya terdiam sesaat, lalu menatap bandit bandit itu, sembari berkata...
"Tsukuyomi..."
Bandit bandit tersebut kemudian masuk ke alam bawah sadar mereka masing masing. Mereka disiksa dengan cara yang sama dengan yang Yamato lakukan pada pedagang gadis ilegal itu. Kali ini Yamato mendekati salah satu jasad bandit tersebut. "Edo.... Tensei....." Kata yang diucap Yamato saat sedang coba menghidupkan salah satu bandit di bawah alam sadarnya dan menjadikannya prajurit.
Tak lama, Yamato kembali berjalan dengan wajah bosan yang selalu menghiasi wajahnya. Ia melihat lihat di sekeliling dan mulai berjalan lagi ketika ia melihat sebuah lapangan besar sebuah sekolah. Sesampainya, Yamato tersenyum dan mengatakan...
"Infinite... Tsukuyomi!"
Kemudian di area lapangan sekolah, terlihat langit merah dan matahari yang mulai menghitam. Semua murid sekolah itu tampak ketakutan. Ketakutan itu semakin menjadi saat Yamato mengeluarkan sebuah monster raksasa berwujud Serigala berwarna merah dengan banyak segel di tubuhnya. Serigala itu mengaum. Tetapi menjadi gerangan ketika melihat raksasa lain berwujud Ksatria dengan Pedang dan Perisai, ksatria itu berwarna biru transparan. Dan di dalam nya tampak seorang pemuda dengan wajah yang serius.
Tak lama, Yamato dan pemuda lain itu saling bertatap mata. Dengan bersamaan, mereka berseru....
"Tsukuyomi!"

• I L L U S I O N •

Story I
Dunia telah berubah. Kini, dunia tengah dilanda bencana yang sangat menakutkan, yaitu kekuatan supernatural. Banyak sekali ancaman di bumi yang ditimbulkan oleh kekuatan supernatural yang sangat besar dan berdampak bagi kelangsungan hidup manusia.
Orang orang di bumi mungkin kebanyakan sudah menjadi korban dari Ilusi kekuatan supernatural. Mereka yang mati akan dihidupkan untuk bertarung di alam bawah sadar manusia. Tetapi, satu dari ratusan pemilik kekuatan Ilusi, berusaha untuk mengubah bumi dengan kekuatan dan nyawanya.
------------------------
Bosan? Perasaan itu tengah dirasakan oleh seorang pemuda bernama Yamato, nama asli dari panggilan Yato. Ia sedang terduduk di bangku taman, dengan tatapan yang membosankan, ditambah ia selalu sendirian, karena dianggap indigo sebab memiliki kemampuan supernatural.
"Hiburan?" Kata Yamato sembari berdiri dari duduknya.
Ia kemudian berjalan ke sebuah tempat, dimana gadis gadis diperdagangkan secara ilegal. Yamato hanya berdiri dengan kedua tangan berada disakunya, dan tatapan membosankan yang masih sama seperti ditaman. Tak lama, seseorang yang biasa dipanggil bos dan anak buahnya datang dan sedikit panik dengan kehadiran Yamato.
"Kalian manusia? Jika iya, Bisakah sedikit menghargai sesama?" Ujar Yamato yang membuat para pedagang perempuan ilegal itu ketakutan.
Kemudian Yamato menatap mereka dengan mata hitam dan pupil kecil berwarna putih di tengahnya. Mereka semua kemudian kaku, dengan mata yang membelalak, dan juga memegang dada tepat di posisi jantung berada. Yamato kembali menghampiri salah satu anak buah dari bos yang berdagang gadis tadi.
"Jangan mendekat, aku akan membunuhmu!"
Yamato kemudian melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan kepada pedagang pedagang gadis lainnya. Yamato menyiksanya, tetapi melalui dunia lain/ilusi. Korbannya yang tidak memiliki kekuatan supernatural, akan hancur tanpa adanya perlawanan sedikitpun.
Anak buah tersebut tampak diikat di sebuah bilah kayu, lalu dilempari oleh puluhan tombak api oleh orang orang yang menggunakan baju besi layaknya ksatria. Sedangkan di dunia asli, anak buah tersebut hanya mengalami gangguan pada organ tubuhnya.
Kemudian, Yamato pergi. Sebelum pergi, ia membuka gembok gembok penjara gadis gadis yang akan di kirim tersebut.
Thanks for Read this Fanfic, Hope you enjoy...
------------------------
"Apakah kau Manusia? Jika iya, bisakah kau menghargai sesama?

Rabu, 26 November 2014

Come Here! - Pt 3

Type : Short Story
Status : Ongoing
Author : Unseen

Misaki terus memaksa ikut denganku untuk mengungkap siapa makhluk itu. Sebenarnya aku tak yakin dia akan ikut, aku takut jika akan terjadi sesuatu padanya. Tapi ya mau apa lagi yang harus ku perbuat. Sekarang masih jam 13.00, mungkin ini cukup terang untuk mengecek koridorku. Misaki mendekap lengan kiri ku, dan hal itu membuatku malu sebenarnya. Tapi tampaknya dia ketakutan. Hal itu membuatku merinding juga, tapi aku masih tetap berjalan. Kemudian, aku menemukan sebuah tulisan di dinding dekat koridorku, "Come Here!", dan tulisan itu ditulis dengan benda cair berwarna merah, tapi aku tak tahu pasti apa itu. Aku kemudian menuju ke dalam gudang, lalu aku menyalakan lampu dan mendapati tulisan....
"I'm Here!"

UNLIMITED HOMEWORKS - PT 4

Type: Short Story
Status: Complete
Author : Unseen

Aku yang terkejut langsung berlari ke arah Zher, sambil menyerukan nama Zher berulang kali. Yaa... kemudian aku pergi bersama Zher untuk mencari kedua teman ku lainnya. Kemudian di tengah perjalanan aku bernyanyi tentang seorang guru. Kebetulan disana aku melihat Vi dan Di, salah satu anggota Anti Tugas. Tetapi, mereka sedang diserang oleh buku buku aneh yang memiliki taring dan tanduk yang mengeluarkan api. Kemudian, Zher maju dengan membawa sebuah botol kecil, dan ia meminumnya. Lalu, nafas yang dikeluarkan Zher menjadi nafas dingin yang membekukan. Tugas tugas itu dibekukan oleh Zher. Kemudian, Vi dan Di meledakkan dan membakarnya dengan Molotov dan juga Granat. Setelah buku buku itu lenyap, Muncul lah buku yang lebih besar 5x lipat. Aku yang merasa hanya terdiam, kemudian tergerak untuk menyerang tugas tugas itu dengan 1x serang, yaitu menjadikannya kecil. Aku menembakkan sebuah sinar laser dan Buku itu menjadi kecil, kemudian aku memakannya. Yasudah, aku menang 
"Karena Because, Selalu Always. Tak pernah never, Jarang Seldom"
Bersambung....

Senin, 24 November 2014

Come Here! - PART 2

Type : Short Story
Status : TBC
Author : Unseen.

Aku heran, apa yang sebenarnya Misaki katakan. Kemudian, Misaki memegangi tanganku, dan hal itu yang membuatku malu sekaligus terkejut, karena aku melihatnya. Ya, melihat hal yang disaksikan oleh Misaki. Aku kemudian panik lalu jatuh terduduk dilantai. Wajahnya, dihiasi oleh senyuman menakutkan, dan mata kecil dan kulit putih pucat. Kemudian ia mulai berjalan menuju ke koridor rumahku, dan saat aku menlgejarnya, dia menghilang. Aku berlari kembali menuju Misaki, ia sedang memegang dahi nya, tampak seperti orang yang pusing. Lalu aku membawanya ke kamarku. Aku heran, mengapa semua ini terjadi. Aku akan mencari hantu itu dan menemukan jawaban semua ini. Tapi, kemudian Misaki menjawab....
"Aku tahu kau akan mengungkap siapa makhluk itu kan, jadi aku harus ikut!"
Bersambung....

Minggu, 23 November 2014

Come Here! - Part 01

Type : Short Story
Status : TBC
Author : Unseen

Halo, namaku Raito (Right). Aku sangat menyukai beberapa hal yang berbau mistis di internet. Tapi mungkin aku belum pernah mengalami nya langsung di kehidupanku ini. Tetapi, aku mempunyai teman perempuan yang Indigo atau memiliki indra ke enam. Namanya adalah Misaki. Bisa dibilang dia cantik sih, menurutku... tapi sayangnya dia suka menyendiri. Itu karena dia Indigo dan kebanyakan di ejek oleh teman kelasku lainnya. Tapi aku yang berpendapat beda, selalu membela dan mensupportnya, walau efeknya aku juga dijauhi temanku. Itu tidak masalah bagiku, karena masih ada seseorang yang menganggapku. Suatu hari, aku mengajaknya kerumahku, rumahku tidak terlalu mewah dan aku hanya sendiri dirumah. Tetapi, aku terkejut saat ia mengucapkan...
"Apa kau hidup dengan ibumu?"
Bersambung....

UNLIMITED HOMEWORKS - PART 6 [FINAL]

Type: Short Story
Status: Complete
Author: Unseen .

No More Intro Please.....
-----------------------------------
Seketika pun, api gerbang tersebut padam. Kami bergerak menuju ke dalam gerbang itu. Dan kami keluar di sebuah tempat dengan makhluk aneh raksasa penguasa buku tugas. Banyak sekali buku tugas yang mengelilingi nya. Kemudian dia menyambut kami dengan sebuah buku tugas. Oh ya, Namanya adalah "Paleo Hartynicus". Kemudian, Hartynicus mulai melemparkan beberapa buku kearah kami. Tanpa kami sadari, buku tersebut dapat meledak. Jadi hanya aku yang bertahan karena aku yang berhasil melompati buku itu. Zher, Vi, dan Di terluka. Tetapi, kemudian mereka berdiri, mereka bertiga memegang pundakku yang kemudian sebuah cahaya biru muncul dari tubuhku dan tubuh mereka. Aku bahkan tak tahu apa yang telah terjadi. Kemudian Zher menjelaskan sesuatu kepada ku, yaitu tentang transfer energinya. Setelah semua nya selesai, seseorang mengenakan jaket berwarna merah dan celana jeans, kemudian berkacamata dengan menggunakan headphone, datang mendekatiku. Dia memberikan sebuah pensil raksasa dengan 2 potongan, yaitu bagian penghapus dan bagian pensilnya. Dia berkata padaku....
"Akulah Penulismu..."
Yang kemudian dia menghilang. Kemudian aku menangkis serangan bertubi tubi dari Hartynicus dengan kedua potongan pensil itu secara bergantian. Akhirnya aku menggabungkan kedua pensil itu dan melemparkannya ke Hartynicus. Sontak, Hartynicus meledak menjadi berkeping keping.
Kemudian aku terbangun dari tempat tidur. Aku keheranan, kemudian melihat setumpukan buku tugasku yang ada di mejaku. Aku kemudian segera bergegas ke kamar mandi. Tetapi, pintunya terkunci. Aku sempat panik, lalu melihat keluar jendela. Disana tampak sebuah papan yang bertuliskan....
"For Sale"
--Tamat--
Sekian dari saya, terima kasih sudah menyimak 

UNLIMITED HOMEWORKS - PART 5

Type: Short Story
Status: Complete
Author: Unseen .




Hai, aku Kevin, sekarang lanjut aja ke ceritanya, Check this out....
---------------------------
Walaupun kecil, buku yang ku makan bisa membuatku kenyang. Baiklah, sekarang aku dan kawanku pergi menuju sebuah gerbang yang menurut orang orang adalah gerbang neraka. Di depan gerbang itu ada seseorang bernama "Bhiem" yang mengendarai anjingnya yaitu Cerberus dengan kepala buku. Ketika aku sampai, aku hanya melihat Cerberus yang poop di pojok gerbang, dan aku hanya bisa pokerface. Kemudian Bhiem melihatku dan anjingnya pun juga, kemudian mereka mencoba meyerangku, Zher, Vi dan Di. Kami pun menghindari serangan tersebut. Semua ini telah menjadi gila dan aneh. Setelah beberapa jam kami bertarung, kami berhasil menjatuhkan Cerberus dan sekarang melawan Bhiem. Tetapi, sebelum kami menghajarnya, dia kabur dan masuk ke gerbang neraka dan terbakar seketika. Kemenangan yang aneh...
"Kata Mutiara Belum Tersedia [ERROR 414]"

Sabtu, 22 November 2014

UNLIMITED HOMEWORKS - PART 3

Type: Short Story
Status: Complete
Author: Unseen .


Hey, Jumpa lagi... Kali ini aku bakalan ngelanjutin cerita tentang tugas aneh yang menghantui ku. Oke, langsung check it out aja...
 ------------------------
 Ternyata temanku yang sesama Anti Tugas juga datang untuk membantuku menghadapi tugas IPA. Ia menyuruhku untuk menemukan sebuah kristal untuk membunuh Tugas IPA. Aku berlari mengelilingi buku IPA, mencari kristal yang dimaksud oleh Zher. Nah, kristalnya sudah dapat ku lihat, tapi, aku harus mencari penghapus raksasa untuk meledakkan kristal itu. Aku berlari mengelilingi sekitar wilayah itu, dan aku melihat sebuah mesin pelontar kuno atau lebih sederhananya "Ketapel", dan juga dengan penghapus raksasa di sampingnya. Tanpa pikir panjang, aku memasang ketapel itu dan melontarkan penghapusnya tepat mengenai kristal Tugas IPA. Yap, Buku itu kemudian melebur. Tanpa pikir panjang, Zher yang telah membantuku, ia pergi tanpa mengatakan apapun. Ya, setidaknya dia telah membantu. Aku kemudian juga pergi ke arah berlawanan. Kemudian terdengar suara bergema....

"100 Rakaat"


Bersambung....

UNLIMITED HOMEWORKS - PART 2

Type: Short Story
Status: Complete
Author: Unseen .

[Pt 2.]


Jumpa lagi kawan, Oiya, masih inget aku kan? Iya aku Kevin, Si Pemalas tapi dewa . Oke, kali ini aku bakal melanjutkan ceritaku soal tugas tugas aneh yang menghantuiku. Oke dah, Check it Out....
--------------------------
Tanpa kusadari, Tabebula Kuning Terompet adalah salah satu dari tumbuhan yang terdapat dalam buku tugas IPA ku. Astaga, itu artinya aku mensummon buku tugas IPA ku. Yaa, benar saja kan, buku itu muncul dengan wujud raksasa dengan sayap dan ekor yang mengeluarkan listrik dan cairan kimia, kemudian reaksi atom. Yaa, harus gimana lagi... "Jurus Langkah Sakti". Daripada dimakan tugas, mending kabur. Nah, Aku melihat sebuah Shotgun dengan koper yang berisi set ammo shotgun tersebut. Ditambah lagi, aku bertemu dengan teman seperjuanganku dalam organisasi anti tugas rumah, Zher. Karena dia kekar, senjatanya juga kekar, yaitu 1 Unit RPG dengan set pelurunya. Dia maju dan bertarung dengan Tugas IPA. Dia mengatakan...

"Santai saja, Karena hari esok adalah Tomorrow"


Bersambung....

UNLIMITED HOMEWORKS - PART 1

Type: Short Story
Status: Complete
Author: Unseen .


[Pt 1.]

Halo Teman, Namaku Kevin, Belakangan ini aku sering dihantui oleh Tugas Rumah yang menumpuk. Yaa, karena aku pemalas, mana mungkin aku mengerjakannya... Oh ya, Kini, Tugas Tugas itu sudah berubah, menjadi buku raksasa yang memiliki taring, sayap, atau hal aneh lainnya. Ya... jika begitu aku akan membawakan cerita kepada kalian ya, Simaklah....
------------------------
Aku masih tetap berlari, mencari tempat sembunyi dari makhluk aneh yang merasuki sebuah buku tugas tak berguna. Aku akhirnya menemukan sebuah gubuk kecil. Tanpa pikir panjang, aku segera masuk dan mengintip keluar sebentar untuk memastikan tidak ada tugas aneh yang menguntit. Nah, kebetulan saja aku menemukan sebuah pistol dengan beberapa peluru cadangan, dan juga sebuah machete. Aku kemudian menendang pintu keluar gubuk tersebut, dan beberapa buku tugas aneh itu mulai menghampiri ku dan ingin menerkamku. Tetapi, sebelum mereka menerkamku, aku menghabisi mereka dengan Machete dan Handgun ku. Beberapa dari mereka terbakar, dan sisanya mulai mundur perlahan. Aku yang bersemangat, berseru....

 "Tabebula, Kuning Terompet"


Bersambung...

Jumat, 21 November 2014

UNLIMITED HOMEWORKS - ALL EPISODE

Type: Short Story
Status: Ongoing
Author: Unseen.


   

[Pt. 1]


Halo Teman, Namaku Kevin, Belakangan ini aku sering dihantui oleh Tugas Rumah yang menumpuk. Yaa, karena aku pemalas, mana mungkin aku mengerjakannya... Oh ya, Kini, Tugas Tugas itu sudah berubah, menjadi buku raksasa yang memiliki taring, sayap, atau hal aneh lainnya. Ya... jika begitu aku akan membawakan cerita kepada kalian ya, Simaklah....
------------------------

Aku masih tetap berlari, mencari tempat sembunyi dari makhluk aneh yang merasuki sebuah buku tugas tak berguna. Aku akhirnya menemukan sebuah gubuk kecil. Tanpa pikir panjang, aku segera masuk dan mengintip keluar sebentar untuk memastikan tidak ada tugas aneh yang menguntit. Nah, kebetulan saja aku menemukan sebuah pistol dengan beberapa peluru cadangan, dan juga sebuah machete. Aku kemudian menendang pintu keluar gubuk tersebut, dan beberapa buku tugas aneh itu mulai menghampiri ku dan ingin menerkamku. Tetapi, sebelum mereka menerkamku, aku menghabisi mereka dengan Machete dan Handgun ku. Beberapa dari mereka terbakar, dan sisanya mulai mundur perlahan. Aku yang bersemangat, berseru....
"Tabebula, Kuning Terompet"


[Pt. 2]

Tanpa kusadari, Tabebula Kuning Terompet adalah salah satu dari tumbuhan yang terdapat dalam buku tugas IPA ku. Astaga, itu artinya aku mensummon buku tugas IPA ku. Yaa, benar saja kan, buku itu muncul dengan wujud raksasa dengan sayap dan ekor yang mengeluarkan listrik dan cairan kimia, kemudian reaksi atom. Yaa, harus gimana lagi... "Jurus Langkah Sakti". Daripada dimakan tugas, mending kabur. Nah, Aku melihat sebuah Shotgun dengan koper yang berisi set ammo shotgun tersebut. Ditambah lagi, aku bertemu dengan teman seperjuanganku dalam organisasi anti tugas rumah, Zher. Karena dia kekar, senjatanya juga kekar, yaitu 1 Unit RPG dengan set pelurunya. Dia maju dan bertarung dengan Tugas IPA. Dia mengatakan...
"Santai saja, Karena hari esok adalah Tomorrow"
Bersambung....

[Pt. 3]

Ternyata temanku yang sesama Anti Tugas juga datang untuk membantuku menghadapi tugas IPA. Ia menyuruhku untuk menemukan sebuah kristal untuk membunuh Tugas IPA. Aku berlari mengelilingi buku IPA, mencari kristal yang dimaksud oleh Zher. Nah, kristalnya sudah dapat ku lihat, tapi, aku harus mencari penghapus raksasa untuk meledakkan kristal itu. Aku berlari mengelilingi sekitar wilayah itu, dan aku melihat sebuah mesin pelontar kuno atau lebih sederhananya "Ketapel", dan juga dengan penghapus raksasa di sampingnya. Tanpa pikir panjang, aku memasang ketapel itu dan melontarkan penghapusnya tepat mengenai kristal Tugas IPA. Yap, Buku itu kemudian melebur. Tanpa pikir panjang, Zher yang telah membantuku, ia pergi tanpa mengatakan apapun. Ya, setidaknya dia telah membantu. Aku kemudian juga pergi ke arah berlawanan. Kemudian terdengar suara bergema....
"100 Rakaat"
Bersambung....

[Pt. 4]

Aku yang terkejut langsung berlari ke arah Zher, sambil menyerukan nama Zher berulang kali. Yaa... kemudian aku pergi bersama Zher untuk mencari kedua teman ku lainnya. Kemudian di tengah perjalanan aku bernyanyi tentang seorang guru. Kebetulan disana aku melihat Vi dan Di, salah satu anggota Anti Tugas. Tetapi, mereka sedang diserang oleh buku buku aneh yang memiliki taring dan tanduk yang mengeluarkan api. Kemudian, Zher maju dengan membawa sebuah botol kecil, dan ia meminumnya. Lalu, nafas yang dikeluarkan Zher menjadi nafas dingin yang membekukan. Tugas tugas itu dibekukan oleh Zher. Kemudian, Vi dan Di meledakkan dan membakarnya dengan Molotov dan juga Granat. Setelah buku buku itu lenyap, Muncul lah buku yang lebih besar 5x lipat. Aku yang merasa hanya terdiam, kemudian tergerak untuk menyerang tugas tugas itu dengan 1x serang, yaitu menjadikannya kecil. Aku menembakkan sebuah sinar laser dan Buku itu menjadi kecil, kemudian aku memakannya. Yasudah, aku menang 
"Karena Because, Selalu Always. Tak pernah never, Jarang Seldom"
Bersambung....

[Pt. 5]

Walaupun kecil, buku yang ku makan bisa membuatku kenyang. Baiklah, sekarang aku dan kawanku pergi menuju sebuah gerbang yang menurut orang orang adalah gerbang neraka. Di depan gerbang itu ada seseorang bernama "Bhiem" yang mengendarai anjingnya yaitu Cerberus dengan kepala buku. Ketika aku sampai, aku hanya melihat Cerberus yang poop di pojok gerbang, dan aku hanya bisa pokerface. Kemudian Bhiem melihatku dan anjingnya pun juga, kemudian mereka mencoba meyerangku, Zher, Vi dan Di. Kami pun menghindari serangan tersebut. Semua ini telah menjadi gila dan aneh. Setelah beberapa jam kami bertarung, kami berhasil menjatuhkan Cerberus dan sekarang melawan Bhiem. Tetapi, sebelum kami menghajarnya, dia kabur dan masuk ke gerbang neraka dan terbakar seketika. Kemenangan yang aneh...
"Kata Mutiara Belum Tersedia [ERROR 414]"
Bersambung....

[Pt. 6 | Final]

Seketika pun, api gerbang tersebut padam. Kami bergerak menuju ke dalam gerbang itu. Dan kami keluar di sebuah tempat dengan makhluk aneh raksasa penguasa buku tugas. Banyak sekali buku tugas yang mengelilingi nya. Kemudian dia menyambut kami dengan sebuah buku tugas. Oh ya, Namanya adalah "Paleo Hartynicus". Kemudian, Hartynicus mulai melemparkan beberapa buku kearah kami. Tanpa kami sadari, buku tersebut dapat meledak. Jadi hanya aku yang bertahan karena aku yang berhasil melompati buku itu. Zher, Vi, dan Di terluka. Tetapi, kemudian mereka berdiri, mereka bertiga memegang pundakku yang kemudian sebuah cahaya biru muncul dari tubuhku dan tubuh mereka. Aku bahkan tak tahu apa yang telah terjadi. Kemudian Zher menjelaskan sesuatu kepada ku, yaitu tentang transfer energinya. Setelah semua nya selesai, seseorang mengenakan jaket berwarna merah dan celana jeans, kemudian berkacamata dengan menggunakan headphone, datang mendekatiku. Dia memberikan sebuah pensil raksasa dengan 2 potongan, yaitu bagian penghapus dan bagian pensilnya. Dia berkata padaku....
"Akulah Penulismu..."
Yang kemudian dia menghilang. Kemudian aku menangkis serangan bertubi tubi dari Hartynicus dengan kedua potongan pensil itu secara bergantian. Akhirnya aku menggabungkan kedua pensil itu dan melemparkannya ke Hartynicus. Sontak, Hartynicus meledak menjadi berkeping keping.
Kemudian aku terbangun dari tempat tidur. Aku keheranan, kemudian melihat setumpukan buku tugasku yang ada di mejaku. Aku kemudian segera bergegas ke kamar mandi. Tetapi, pintunya terkunci. Aku sempat panik, lalu melihat keluar jendela. Disana tampak sebuah papan yang bertuliskan....
"For Sale"

THE END


Baiklah, Terima kasih buat yang sudah mengikuti cerita ini
TS mengucapkan Terima kasih